bu endang syukron
suatu hari ibuku mendapat SMS dari guru ngajinya. Karena kerika itu Hp tertinggal dirumah maka bapakku yang membuka dan membaca SMS tersebut. Sesampainya kami dirumah bapakku memberitahu perihal SMS tersebut. ”Bu tadi ada SMS dari pak ustadz, beliau menanyakan nomor telepon bu endang syukron,” kata bapak.
ibuku bingung, teman ngaji sesama murid sang ustadz memang ada yang dipanggil bu endang, tapi nama belakangnya bukan ”syukron”. Nama suami bu endang pun bukan ”syukron”. Ibu tak merasa memiliki teman yang bernama ”Endang Syukron” karena heran ibus segera menganmbil hp untuk melihat sendiri isi pesan sms tesebut. Setelah itu ibu tertawa sendiri usai membaca SMS tersebut. ”Oalah pak…. yang dimaksud bu endang itu memang teman ngaji saya, tapi ”syukron”yang dimaksud dalam SMS itu artinya terima kasih, bukan nama orang,”kata ibu sambil tak kuasa manahan tawa.




